Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasana Global
Minggu, 24 April 2022
Pemanasan Global; Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasana Global
Minggu, 10 April 2022
Pemanasan Global; Dampak Pemanasan Global
Dampak Pemanasan Global
Kenaikan suhu akibat pemanasan global dapat mengakibatkan daya tahan tubuh makhluk hidup menurun. Akibatnya, makhluk hidup termasuk manusia mudah terserang penyakit.
2. Es Kutub Mencair
Kenaikan suhu bumi mengakibatkan es-es di kutub mencair. Sehingga, es-es di sana juga akan meningkatkan volume air laut.
Curah hujan yang terlampau tinggi bisa menurunkan kualitas sumber air. Di samping itu, kenaikan suhu juga berakibat pada kadar klorin dalam air bersih.
4. Kuantitas Air Berkurang
Pemanasan global memang menaikkan jumlah air di atmosfer dan dapat meningkatkan curah hujan. Walaupun hal ini bisa menambah jumlah sumber air bersih, curah hujan yang terlalu tinggi juga berdampak pada meningkatnya kemungkinan air langsung kembali ke laut.
Artinya, air tidak sempat tersimpan untuk digunakan manusia.
5. Suhu Air Laut Meningkat
Tak hanya peningkatan suhu di permukaan bumi, suhu laut pun akan meningkat akibat adanya pemanasan global. Ini juga dapat mengakibatkan makhluk hidup di dalam laut mati dan keseimbangan ekosistem terganggu.
6. Kabut Asap
Peningkatan suhu di permukaan bumi bisa mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan. Kabut asap karena kebakaran hutan juga berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup.
7. Permukaan Air Laut Naik
Mencairnya es di kutub-kutub bumi dapat mendorong terjadinya banjir di sekitarnya. Pulau-pulau kecil juga bisa tenggelam akibat hal ini.
Pemanasana Global; Penyebab Pemanasan Global
Penyebab Pemanasan Global
1. Tidak melakukan penebangan liar, dan penggundulan hutan (deforestation).
2. Memberikan pendidikan agar masyarakat memahami tentang pengertian dan dampak dari adanya pemanasan global.
3. Melakukan reboisasi (kegiatan penghijauan), serta memperluas lahan untuk tumbuhan dan tanaman hijau. Hal ini dilakukan, karena tumbuhan mampu menyerap gas karbondioksida, sebagai bagian dari proses fotosintesis.
4. Melindungi dan menjaga lingkungan, dengan menggunakan energi listrik secukupnya, tidak melakukan pembakaran sampah, membatasi kegiatan merokok dan lain sebagainya.
5. Mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, dan bahan bakar organik lainnya.
6. Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung Chloro-fluorocarbons (CFCs), dan menggantinya dengan produk yang ramah lingkungan.
sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5749642/pemanasan-global-penyebab-dampak-dan-upaya-penanggulangannya
sumber:https://www.bola.com/ragam/read/4473763/10-penyebab-pemanasan-global-yang-perlu-diketahui-dan-dipahami
Kamis, 07 April 2022
Pemanasan Global; Pengertian Pemanasan Global
PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
Jadi, Pemanasan Global atau global warming adalah fenomena meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan bumi secara menyeluruh
sumber: https://dosenpintar.com/pemanasan-global/
Pemanasan global juga bisa diartikan sebagai naiknya suhu bumi secara menyeluruh, ditandai dengan es di Kutub yang mencair dan temperatur di berbagai tempat di seluruh dunia yang cenderung naik.
Saat terjadi pemanasan global tersebut, suhu di bumi terasa makin panas. Tak hanya itu, keadaan cuaca di bumi juga menjadi ekstrem dan tidak menentu.
Dalam kondisi tersebut, tentu susah untuk bisa dihindari dan dihentikan secara menyeluruh. Hal itu dikarenakan pola hidup manusia yang terus berkembang dan berubah.
Kendati demikian, yang perlu dilakukan ialah mengurangi dampak yang lebih parah dari pemanasan global. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi proses pemanasan global
sumber: https://www.bola.com/ragam/read/4398488/pengertian-pemanasan-global-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya
Pemanasan Global; Efek Rumah Kaca
EFEK RUMAH KACA
Jakarta - Efek rumah kaca atau Green House Effect (GHE) terbentuk dari adanya gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi. Efek rumah kaca juga diartikan sebagai proses pemanasan alami, yang terjadi apabila gas-gasnya terperangkap radiasi panas di bumi.
Dikutip dari buku IPA SMP/MTs Kelas VII terbitan Kemendikbud yang ditulis oleh Wahono Widodo, dkk, pada atmosfer bumi terdapat beberapa gas-gas rumah kaca alami yang penting, seperti siklus air, uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), Nitrous Oxide (N2O) , Methana (CH4), Ozon (O3), CFC, dan HFC. Tanpa adanya gas-gas tersebut, kehidupan di bumi tidak akan mungkin terjadi.
Atas alasan tersebut, maka efek rumah kaca hanya dapat terjadi pada planet-planet yang memiliki lapisan atmosfer saja, seperti Bumi, Mars, Venus, dan satelit alami Saturnus
sumber: https://jogja.suara.com/read/2021/11/05/163609/pengertian-efek-rumah-kaca-penyebab-hingga-dampak-negatif-dan-positif?page=all
Sebaliknya, jika jumlah gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin bertambah, maka suhu bumi akan terus meningkat.
Para ilmuwan telah mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824. Salah satu ilmuan bernama Joseph Fourier, mengatakan bahwa adanya gas-gas rumah kaca tersebutlah yang membuat iklim bumi layak huni. Tanpa efek rumah kaca, diperkirakan permukaan bumi akan berubah sekitar 60°F atau 15,6° C lebih dingin.
Penamaan efek rumah kaca sendiri didasarkan, karena peristiwa yang terjadi sama dengan rumah kaca, di mana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, dan tidak dapat menembus ke luar kaca. Hal itu tentunya akan membuat suhu di dalam seisi rumah kaca tersebut akan lebih tinggi dibandingkan di luarnya.
Proses efek rumah kaca terjadi ketika radiasi sinar matahari mengenai atmosfer bumi. Radiasi panas yang dipantulkan oleh bumi akan terhalang, sehingga panas tersebut terperangkap ke bumi.
Proses terperangkapnya panas itu, kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Gas rumah kaca membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam bumi, namun gas tersebut tidak bisa memantulkannya kembali ke permukaan bumi.





