Minggu, 24 April 2022

Pemanasan Global; Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasana Global

 Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasana Global 


1. Reboisasi
Melakukan reboisasi atau menanam pohon di sekitar lingkungan. Ajak orang-orang terdekat untuk menanam bibit tanaman di sekitar tempat tinggal, kantor, atau lokasi-lokasi penanaman bibit pohon tertentu seperti di pantai, sekolah, atau taman umum.
2. Mengolah sampah
Memanfaatkan sampah non organik seperti plastik kemasan dan botol minuman untuk dipakai sebagai bahan kerajinan, atau mengumpulkannya secara terpisah untuk diberikan atau dijual ke pemulung.
Usaha ini dilakukan untuk mencegah melakukan pembakaran pada sampah yang sulit terurai.
3. Mengatur penggunaan pendingin ruangan
Periksa pendingin ruangan atau AC, jangan sampai ada kebocoran. Turunkan suhunya dan jangan biarkan ada celah yang terbuka dalam ruangan ber-AC.
4. Matikan alat elektronik
Mematikan alat elektronik langsung dari sumbernya. Jika mematikan TV, komputer, dan peralatan listrik lainnya yang kabelnya tersambung ke saklar, pastikan sumber listriknya di bagian saklar sudah dimatikan.
5. Menggunakan transportasi umum
Beralih menggunakan kendaraan umum ketika tidak dalam urusan yang begitu penting. Sebab, asap kendaraan bermotor menghasilkan gas rumah kaca yang menjadi pemicu utama efek rumah kaca.
6. Membuat bangunan ramah lingkungan
Saat proses pembangunan rumah, serahkan rancangan rumah kepada arsitek atau konsultan yang ahli dalam membuat rumah penghijauan, sehingga rumah akan terkesan asri, dan hemat dalam pemeliharaannya.

sumber: https://kumparan.com/kabar-harian/usaha-usaha-untuk-menanggulangi-pemanasan-global-1wd1kDFNCbp/full













Minggu, 10 April 2022

Pemanasan Global; Dampak Pemanasan Global

 Dampak Pemanasan Global 


1. Wabah Penyakit
Kenaikan suhu akibat pemanasan global dapat mengakibatkan daya tahan tubuh makhluk hidup menurun. Akibatnya, makhluk hidup termasuk manusia mudah terserang penyakit.

2. Es Kutub Mencair
Kenaikan suhu bumi mengakibatkan es-es di kutub mencair. Sehingga, es-es di sana
 juga akan meningkatkan volume air laut.

https://www.purwakartaupdate.com/ragam/dampak-pemanasan-global-yang-mesti-kalian-waspadai/

3. Kualitas Air Menurun
Curah hujan yang terlampau tinggi bisa menurunkan kualitas sumber air. Di samping itu, kenaikan suhu juga berakibat pada kadar klorin dalam air bersih.

4. Kuantitas Air Berkurang
Pemanasan global memang menaikkan jumlah air di atmosfer dan dapat meningkatkan curah hujan. Walaupun hal ini bisa menambah jumlah sumber air bersih, curah hujan yang terlalu tinggi juga berdampak pada meningkatnya kemungkinan air langsung kembali ke laut.

Artinya, air tidak sempat tersimpan untuk digunakan manusia.

5. Suhu Air Laut Meningkat
Tak hanya peningkatan suhu di permukaan bumi, suhu laut pun akan meningkat akibat adanya pemanasan global. Ini juga dapat mengakibatkan makhluk hidup di dalam laut mati dan keseimbangan ekosistem terganggu.

6. Kabut Asap
Peningkatan suhu di permukaan bumi bisa mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan. Kabut asap karena kebakaran hutan juga berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup.

7. Permukaan Air Laut Naik
Mencairnya es di kutub-kutub bumi dapat mendorong terjadinya banjir di sekitarnya. Pulau-pulau kecil juga bisa tenggelam akibat hal ini.





Pemanasana Global; Penyebab Pemanasan Global

 Penyebab Pemanasan Global 

 

1. Tidak melakukan penebangan liar, dan penggundulan hutan (deforestation).

2. Memberikan pendidikan agar masyarakat memahami tentang pengertian dan dampak dari adanya pemanasan global.

3. Melakukan reboisasi (kegiatan penghijauan), serta memperluas lahan untuk tumbuhan dan tanaman hijau. Hal ini dilakukan, karena tumbuhan mampu menyerap gas karbondioksida, sebagai bagian dari proses fotosintesis.

4. Melindungi dan menjaga lingkungan, dengan menggunakan energi listrik secukupnya, tidak melakukan pembakaran sampah, membatasi kegiatan merokok dan lain sebagainya.

5. Mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, dan bahan bakar organik lainnya.

6. Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung Chloro-fluorocarbons (CFCs), dan menggantinya dengan produk yang ramah lingkungan.

sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5749642/pemanasan-global-penyebab-dampak-dan-upaya-penanggulangannya



sumber:https://www.bola.com/ragam/read/4473763/10-penyebab-pemanasan-global-yang-perlu-diketahui-dan-dipahami



 

Kamis, 07 April 2022

Pemanasan Global; Pengertian Pemanasan Global

 PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL 


Jadi, Pemanasan Global atau global warming adalah fenomena meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan bumi secara menyeluruh


sumber: https://dosenpintar.com/pemanasan-global/

  

Pemanasan global juga bisa diartikan sebagai naiknya suhu bumi secara menyeluruh, ditandai dengan es di Kutub yang mencair dan temperatur di berbagai tempat di seluruh dunia yang cenderung naik.

Saat terjadi pemanasan global tersebut, suhu di bumi terasa makin panas. Tak hanya itu, keadaan cuaca di bumi juga menjadi ekstrem dan tidak menentu.

Dalam kondisi tersebut, tentu susah untuk bisa dihindari dan dihentikan secara menyeluruh. Hal itu dikarenakan pola hidup manusia yang terus berkembang dan berubah.

Kendati demikian, yang perlu dilakukan ialah mengurangi dampak yang lebih parah dari pemanasan global. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi proses pemanasan global


sumber: https://www.bola.com/ragam/read/4398488/pengertian-pemanasan-global-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya





Pemanasan Global; Efek Rumah Kaca

 EFEK RUMAH KACA 






Foto: Getty Images/hoozone
Jakarta - Efek rumah kaca atau Green House Effect (GHE) terbentuk dari adanya gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi. Efek rumah kaca juga diartikan sebagai proses pemanasan alami, yang terjadi apabila gas-gasnya terperangkap radiasi panas di bumi.
Dikutip dari buku IPA SMP/MTs Kelas VII terbitan Kemendikbud yang ditulis oleh Wahono Widodo, dkk, pada atmosfer bumi terdapat beberapa gas-gas rumah kaca alami yang penting, seperti siklus air, uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), Nitrous Oxide (N2O) , Methana (CH4), Ozon (O3), CFC, dan HFC. Tanpa adanya gas-gas tersebut, kehidupan di bumi tidak akan mungkin terjadi.

Atas alasan tersebut, maka efek rumah kaca hanya dapat terjadi pada planet-planet yang memiliki lapisan atmosfer saja, seperti Bumi, Mars, Venus, dan satelit alami Saturnus


sumber: 
https://jogja.suara.com/read/2021/11/05/163609/pengertian-efek-rumah-kaca-penyebab-hingga-dampak-negatif-dan-positif?page=all

Detikers, coba kalian bayangkan apabila gas-gas rumah kaca tidak ada pada atmosfer bumi? Suhu bumi akan menjadi sangat dingin, seperti halnya juga yang terjadi pada planet Mars.

Sebaliknya, jika jumlah gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin bertambah, maka suhu bumi akan terus meningkat.

Para ilmuwan telah mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824. Salah satu ilmuan bernama Joseph Fourier, mengatakan bahwa adanya gas-gas rumah kaca tersebutlah yang membuat iklim bumi layak huni. Tanpa efek rumah kaca, diperkirakan permukaan bumi akan berubah sekitar 60°F atau 15,6° C lebih dingin.

Penamaan efek rumah kaca sendiri didasarkan, karena peristiwa yang terjadi sama dengan rumah kaca, di mana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, dan tidak dapat menembus ke luar kaca. Hal itu tentunya akan membuat suhu di dalam seisi rumah kaca tersebut akan lebih tinggi dibandingkan di luarnya.

Proses efek rumah kaca terjadi ketika radiasi sinar matahari mengenai atmosfer bumi. Radiasi panas yang dipantulkan oleh bumi akan terhalang, sehingga panas tersebut terperangkap ke bumi.

Proses terperangkapnya panas itu, kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Gas rumah kaca membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam bumi, namun gas tersebut tidak bisa memantulkannya kembali ke permukaan bumi.

sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5792093/efek-rumah-kaca-proses-penyebab-dan-dampak-terjadinya